+62 823 7351 3660

Wisata Kuliner Sate Klathak Yogyakarta

Jan 31, 2017 admin News 0 comments

Masakan khas Yogyakarta mempunyai cita rasa yang berbeda, ada rasa manis, pedasnya juga ada, lengkap deh pokoknya. Berbagai makanan khas nusantara juga berkiblat dari kota satu ini. Salah satunya menu legenda dari Imogiri Bantul yaitu sate kambing yang mudah didapat dimana saja, dan termasuk menu sejuta umat. Namun terdapat sate terkenal yang memiliki keunikan rasa dan pengolahannya tersendiri, orang sekitar menyebutnya dengan sate klathak Pak Pong. Sate ini menggunakan bumbu garam dan merica saja, walau bumbunya hanya minimalis, rasa sate klathak Pak Pong sungguh luar biasa, ketika digigit garam yang bertabur di daging kambing menciptakan cita rasa yang berbeda dan bisa menghasilkan masakan yang tetap lezat serta tentunya bersahabat dengan lidah penikmatnya.

Sejarah pemberian nama sate klathak sendiri berasal dari bunyi daging yang sedang dibakar, karena daging sebelum dibakar ditaburi garam maka ketika dibakar akan mengeluarkan bunyi yang unik (kemratak). Namun ada juga cerita yang berkembang penamaan klathak berasal dari bunyi buah mlinjo yang jatuh disekitar warung Pak Pong

Setiap tusukan sate klathak berbeda dengan sate yang lain. Pak Pong menggunakan jeruji sepeda sebagai tusuk sate. Hal ini pasti yang membuat ngeri bagi yang mendengarnya namun buktinya malah bisa menarik minat dari para penikmatnya untuk berkunjung. Alasan penggunaan jeruji sepeda dikarenakan bumbu yang sudah dimasukan dalam potongan daging tersebut agar bisa dibakar dengan matang sehingga racikan bumbu di sate tersebut sangat kuat cita rasanya.

Sate yang berada di Pasar jejeran ini awalnya beroperasi dibawah pohon mlinjo. Setelah kemudian kemudian oleh Pak Pong secara turun temurun. Keunikan yang lain adalah, satu porsi sate klathak hanya terdiri dari 2 tusuk sate. Tapi, karena ukuran potongan dagingnya besar-besar, satu porsi sate klathak sudah cukup sebagai lauk untuk sepiring nasi putih. Tak hanya itu keunikan lainnya terletak pada bumbunya. Kalau biasanya sate kambing berbumbu sambal kacang atau kecap, sate klathak hanya menggunakan taburan garam dengan sedikit tambahan ketumbar. Sate klathak disajikan dengan irisan mentimun, tomat dan kol. Cara penyajian tusuk sate yang unik menyebabkan daging yang bisa matang sempurna sampai di dalam.

Cara menikmati sate klathak lebih pas dengan siraman kuah gulai, jikalau ingin pedas, tinggal mengigit cabe rawit yang sudah disiapkan di atas meja. Hampir sebagian besar warung makan di Yogyakarta menyediakan cabe rawit di atas meja.

Tak sulit untuk datang ke tempat ini, terletak di jalan stadion sultan agung (jalan imogiri timur km 7, wonokromo), bantul, DIY. Sehingga, dari perempatan yang terletak di jalan Imogiri Timur Km 7, kita harus berbelok ke arah barat sekitar 500 meter, dan kita akan menemukan rumah makan di sebelah kanan jalan. Ketika anda sudah sampai lokasi, disana anda akan disuguhkan pemandangan puluhan orang yang sedang menunggu antrian panjang, karena ketenaran citarasa maka tak heran terjadi hal seperti ini. Pelanggan warung sate ini biasanya datang dengan membawa anggota keluarga atau teman-temannya sehingga satu pesanan terdiri dari beberapa porsi makanan. Biasanya warung sate ini buka mulai pukul 18.30 hingga larut malam. Mereka tidak bisa berjualan pada siang hari karena Pasar jejeran biasanya dipakai untuk pedagang pasar. Sehingga untuk berjualan sate harus menunggu pedagang pasar jejeran pulang ke rumah. Namun ada juga yang membuka warung pada siang hari, yaitu warung sate yang buka di sepanjang jalan sekitar pasa jejeran. Karena beberapa dari warung tersebut ada yang buka dari pagi sampai malam hari.

Untuk area kenyamanan parkir, pemilik warung menyiapkan area parkir kendaraan yang luas, selain itu pun sudah dijaga pula oleh beberapa personil security.

Selain Sate klathak ini, Pak Pong juga menjual sate kambing biasa, dan menu kambing lainnya seperti tongseng dan oseng-oseng. Sedangkan untuk minumannya, tersedia banyak pilihan dari yang panas hingga yang dingin menyegarkan. Harga sate klathak tergolong tidak mahal, satu porsinya dibandrol dengan hanya Rp 12.000 saja.

Related Posts

Leave a Comment!

Your email address will not be published. Required fields are marked *